Wednesday, November 11, 2009

Terluah

perlahan langkah ku
menghilang dalam kegelapan
akhiri perjalanan tentang diriku
bersama semua kenangan

ku melawan arus aliran darah
membuat diri ku tak terarah
kerana sifat ku yang tidak pernah menyerah
akhirnya si dia mengaku salah

salah kerana membisu
membuat aku terpaku
susah mengatakan yang satu
yang aku belum bersedia bersamamu

katakanlah walau itu pahit
dan janganlah memberi ku harapan
kesudahannya ku menjadi sakit
setelah kau merasa bosan

Saturday, November 7, 2009

Surprise di bulan November

Jodoh atau kebetulan
Telah kutemukan dia di suatu jalan
Berubah semua keadaan 
Setelah sekian lama tidak ketemuan

Ku menggigil saat bersebelahan
Di samping ku dia berdiri
Ku gagahkan tuk bersalaman
Tanda terakhirku tuk dia di hati ini

Aku cuba tuk beranikan diri
Seperti tak ada apa yang terjadi
Dia seperti bisa menyendiri
Tanpa hadirku ku di sisi

Dia seolah-olah mengerti
Apa yang telah ku beri
Tuk dia menjalani
Kehidupannya di awal Juni

Ku berharap dia tak sepi
Mungkin sudah ada pengganti
Yang bisa buat dia berdiri
Di kaki sendiri

Ku berdoa agar dia bahagia
Di samping orang yang dia suka
Agar aku tak bisa
Tuk berada dekat bersama dia

Aku akan mengalah apa adanya
Biarlah dia hidup dengan aman
Tanpa ada rasa tertekan di jiwanya
Dan aku kan menyendiri di balik awan . . . 

Wednesday, November 4, 2009

Matlamat Baru

Ada sebuah cerita
Mengisahkan tentang cinta
Yang dirasai oleh seorang pemuda
Tapi dia cepat merasa putus asa

Kerana dia baru pertama kali merasa
Betapa indahnya perasaan saat bersama
Namun itu semua hanya sementara
Kerana dia sedar cinta tak boleh di paksa

Dan dia akur dengan ketentuan Allah yang Maha Esa
Setelah dia berasa cukup kecewa
Hidup sendiri adalah satu keputusan yang sangat selesa
Untuk dia menjalani kehidupan seperti biasa

Tanpa ada rasa duka
Untuk menyambung kelangsungan keluarga
Sebagai tanggungjawab yang utama
Yang harus di pikul oleh anak yang tua